Zaskia Adya Mecca

Just another Myblogrepublika.com Blogs weblog

Agar ‘Buku’ Selalu Rapih

No Comments »

February 5th, 2009 Posted 10:29 pm

bukuBagi sebagian kalangan, kehidupan serba wah mungkin hal lumrah. Waktu luang sebisanya dihabiskan untuk bersenang-senang, sekadar melupakan rutinitas kerja yang begitu padat. Tak terkecuali setiap momen malam tahun baru, seolah tak boleh dilewatkan, rangkaian acara penuh suka cita sudah dirancang jauh-jauh hari. Banyak undangan yang diterima, tinggal memilih di mana yang lebih berkenan.

Zaskia A Mecca kerap memperoleh undangan serupa. Jumlahnya cukup banyak, sebagian besar berisi acara pesta. Pilihannya? Tidak satu pun, artis yang satu ini lebih suka berkumpul bersama keluarga, ber-i’tikaf di masjid. Hal tersebut sudah rutin dijalani sejak masih kecil.

”Kita tidak pernah membuat acara yang sifatnya hura-hura,” papar bintang sinetron Para Pencari-Mu ini.Mereka menggelar acara sederhana, tapi penuh makna. Ketika tepat pukul 00.00 WIB, Zaskia dan keluarga selalu membiasakan bersujud syukur. ”Alhamdulillah, kita masih bisa melewati tahun ini. Insya Allah, tahun depan masih bisa menjalankan lagi,” ucap Zaskia.

Lalu, keluarga ini melaksanakan shalat malam, lantas bermuhasabah. Kegiatan itu rutin dilaksanakan, yang biasanya mengambil tempat di masjid, berkeliling dari tahun ke tahun. ”Tapi sekarang, kita hanya mengikuti pengajian di kediaman Menteri Perumahan Rakyat,” dia menambahkan.

Menurut artis kelahiran 8 September 1987 ini, amat sayang jika menghabiskan malam tahun baru sekadar berhura-hura. Akan bermanfaat seandainya momen tersebut diisi dengan hal-hal yang positif dan bisa membangkitkan semangat untuk menuju perubahan ke arah lebih baik di tahun berikutnya.

”Memulai sesuatu hal dengan yang negatif akan berbeda seandainya kita memulai dengan yang positif,” katanya.
Dia pun mengibaratkan itu dengan lembaran-lembaran buku tulis. Saat menulis di awal, tulisannya harus rapih. ”Sehingga jika mau mencoret-coret halaman kedua dan seterusnya, kayaknya sayang banget karena halaman depannya sudah cantik.”

Oleh sebab itu, lanjut Zaskia, setiap manusia harus membuat buku tersebut sempurna, sebuah buku yang cantik, serta rapih. Tetapi kalau di awal tahun saja sudah melakukan hal yang negatif, yang tidak bermanfaat, ”Ibaratnya kayak buku itu, saya menulisnya dengan sembarangan.”

Alhamdulillah, karena konsisten seperti ini, justru sanggup menarik keinginan sejumlah temannya untuk ikut kegiatan tadi. ”Bersenang-senang buat mereka sebelumnya sudah biasa, namun di hatinya tidak tahu akan ke mana,” papar dia.Banyak sekali kenikmatan yang dia dapatkan dengan rutinitas ini. Sebuah kenikmatan yang ketika diniatkan demi mencari kedekatan dengan Allah SWT, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

zas-roko1”Saya merasa masih dimanjakan Allah SWT, karena terlalu banyak kenikmatan yang saya dapatkan. Padahal, sebagai seorang hamba, kualitas keimanan saya mungkin belum maksimal,” kata Zaskia lagi.Baginya, memiliki keimanan yang mumpuni, merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Prinsip itu sudah tertanam sejak dia masih kecil, pun keenam saudaranya yang lain. Kedua orangtuanya begitu memperhatikan tumbuh kembang anak-anaknya agar selalu dinaungi nilai-nilai agama.

”Mama dan Papa menyekolahkan kami di sekolah Islam, belum pernah di sekolah negeri. Makanya, saya memahami Islam saat di TK dan SD,” urai dia.Dirinya berharap, dengan dasar akidah yang mantap, akan membuatnya lebih kuat iman. ”Dari yang saya baca, menurut ahli psikologi, ketika kita masih kecil, pembentukan memorinya lebih kuat, terlebih ketika bersekolah di TK dan SD awal.”Maka, ketika sudah punya pegangan akidah yang kuat, biar pun diterpa angin besar, tetap bisa bertahan. Dan Zaskia pun tak pernah lepas dari rasa bersyukur karena keluarganya telah memberikan tiang pelajaran agama yang kuat.

Posted in Berita

Malam Tahun Baru di Pengajian

No Comments »

February 5th, 2009 Posted 10:18 pm

zaskiadua

Ketika kebanyakan selebriti menghabiskan malam pergantian tahun 2008 menuju 2009 di tempat-tempat meriah, artis muda Zaskia Adya Mecca justru memilih untuk mengikuti pengajian di kediaman Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Yusuf Asy’ari, di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Pengajian yang diikuti lebih dari 75 jamaah itu membahas tentang pemahaman Alquran yang disampaikan Ustadz Amin Sumawijaya dari Lembaga Faham Qurani Bogor.

”Tahun baru selalu kami isi dengan acara keluarga, tidak membuat acara apa-apa, apalagi yang sifatnya hura-hura. Sejak kecil, ketika pas pukul 00.00 WIB, kita selalu dibiasakan sujud syukur karena masih bisa melewati tahun ini, lalu shalat malam,” ujar Zaskia kepada Republika, Rabu (31/12) malam.

Biasanya, pemeran Naura dalam film Ayat-Ayat Cinta ini bersama keluarga melakukan sujud syukur, shalat malam, doa, sekaligus iktikaf di sebuah masjid. Namun, karena lima perempuan dalam rumahnya sedang berhalangan, kegiatan sujud syukur dan doa dilakukan di pengajian.

Ia mengaku sering ketawa sendiri menyaksikan kebanyakan orang menghabiskan malam tahun baru dengan hura-hura. ”Banyak orang menanti detik-detik pergantian tahun di klub malam, ada yang ramai-ramai meniup terompet dan segala macam. Yang lucu ke klub, kemudian mabuk-mabukan.”

Zazkia mengaku sebenarnya dirinya juga banyak mendapat tawaran untuk mengisi acara-acara malam tahun baru. Tapi, hal itu selalu ditolaknya, karena ia akan menghabiskan waktu di masjid. ”Tahun baru kita biasa berpindah masjid untuk melakukan iktikaf, sujud syukur, dan muhasabah,” paparnya.  n dam

Posted in Uncategorized

Zaskia Mecca, Sinetron, dan Dakwah

No Comments »

February 5th, 2009 Posted 10:07 pm

zaskiaqJAKARTA–Zaskia Adya Mecca dalam penampilannya selalu memerankan pribadi muslimah berkerudung sebagaimana kehidupan sehari-harinya.Hal itu tetap ia teruskan dalam profesinya sebagai seorang pelaku dunia hiburan.Zaskia pun memilih untuk lebih banyak bermain sinetron yang bernuansa religi.

“Menurut saya ada dua keuntungan bermain sinetron religi,pertama memang materi namun yang kedua urusan aku dengan Allah,karena film yang aku mainkan bernilai dakwah,” ujar mahasiswa Universitas Paramadina Jurusan Psikologi ini,saat mengunjung redaksi Republika Online, Jum’at petang.

Zaskia berpendapat,bukan kapasitasnya untuk berdakwah layaknya seorang ustazah tetapi dia meyakini banyak cara dakwah,seperti misal Republika Online yang berdakwah dengan blog My Republika. “Aku punya kemampuan akting, jadi aku gunakan film religi untuk berdalwah,” ujar pesinetron yang melejit lewat Kiamat Sudah Dekat arahan Deddy Mizwar ini.

Terkait dengan munculnya film religi yang sukses menarik minat penonton untuk mengetahui tentang Islam, Zaskia menilai, masyarakat kini sudah mempunyai pilihan untuk menonton film yang diinginkan.Namun,Zaskia meyayangkan measyarakat Indonesia sebagian besar penduduknya beragama islam tetapi mengapa film bernuansa islam cenderung sedikit. Namun dia melihat film dan sinetron religi sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya..”Alhamdulilah film-filmnya sudah gak ngaco lagi,” tuturnya.cr2/kp

Posted in Berita